Jumat, 04 Agustus 2017

Ketika keripik kentang, keripik telo ungu dan amplang madura naik Pangkat

 

 
keripik
   Cemilan-cemilan khas indonesia dan bersifat tradisional sepertinya hanya menjadi konsumsi rakyat marjinal, produk-produk seperti keripik telo ungu, keripik kentang lokal, dan amplang madura kerap kali kita jumpai di pasar tradisional dan toko oleh lokal. Memang cemilan tradisional selain dikenal murah juga memiliki cita rasa yang tidak kalah dengan produk luar negeri.
   Sayangnya, potensi yang sedemikian besarnya, tidak banyak ditangkap oleh pengusaha-pengusaha muda atau UKM Indonesia. dibenak mereka cemilan tersebut diatas hanya cukup untuk konsumsi penduduk lokal, paling banter sebagai oleh-oleh bagi wisatawan domestik yang berkunjung didaerah.
   Sering kali kita mendengar pepatah “jangan menilai sesuatu berdasarkan kemasannya, tapi lihatlah isinya”. Dalam banyak hal memang sepertinya pepatah tersebut benar, namun didalam dunia/ Industri Makanan dan Minuman, ternyata kemasan memegang peranan yang amat sangat penting. ketika persaingan kian ketat, kemasan memegang peranan yang sangat vital. Dengan kemasan barang-barang yang berharga murah bisa di UP GRADE menjadi barang yang mahal.
keripik
   Berikut kami sampaikan ketika ketika kita ambil keripik telo ungu, keripik kentang dan amplang madura dari kemasan yang terbuat dari plastik, dikemas dengan cara yang sederhana, kemudian kita ganti kemasan dengan kemasan terbaru kita yaitu PETCAN dengan penutup aluminium diatasnya membuat, 1. kesan produk higienis, 2. kesan produk industri besar (padahal UKM) 3. kesan mewah, 4. memiliki daya jual yang tinggi.
   Dengan kemasan yang mewah, kini produk
keripik telo ungu, keripik kentang lokal dan amplang madura siap masuk BANDARA dan siap GO INTERNASIONAL.
   Semoga di era persaingan kian ketat, UKM Cerdas Indonesia dapat bersaing dengan pasar Internasional
semoga……
UKM Cerdas …… pasti mitra AA Packaging House
Salam
AA Packaging House/ Indonesia Packaging House
sumber: kemasan.net

The Power of Colour (7/7)

BLACK & WHITE

Terakhir warna yang kami sampaikan adalah warna Hitam. Warna hitam melambangkan keras kepala, dapat diandalkan, konstan, kebijaksanaan serta mengesankan kekuatan. sampai saat ini warna hitam menjadi pilihan yang pasti bagi banyak desain produk karena mengimplikasikan produk yang serius dan dapat diandalkan.
Pemakaian warna hitam dalam desain kemasan bisa membantu menonjolkan warna warna lain dan membuat warna warna lain itu “terlihat”. Hitam dapat menciptakan persepsi mengenai kedalaman dan mengkomunikasikan kekuatan dan kejelasan.
Sedang warna putih mengkomunikasikan kemurnian, kesegaran, kesucian, kebersihan, keefektifan, kebenaran dan kotenporer. Putih dapat dikonotasikan dengan salju atau dingin. Warna putih merefleksikan cahaya dan membuat warna disekitarnya lebih menonjol. Dalam kemasan mewah, putih merupakan warna yang kaya dan klasik.
Latar belakang putih Lean Cuisine melambangkan makanan sebagai elemen utama kemasan, memberi kesan bersih dan rapi dalam ketegori makanan beku.

Slongsong shuttlecock = Go Nusantara

  Masih berkaitan dengan “posting” saya terdahulu, kali ini kami menceritakan proses gimana awal bermula produk composite can “NATURE”
   Coba perhatikan produk dilatar belakang foto model bertopi ini, itu adalah produk dalam komposite can yang berasal dari selongsong shuttle cock. Ada dua produk dan dua ukuran yaitu produk keripik nangka dan produk keripik apel yang memiliki berat 50 gram dan 100 gram. Sekilas tampak seperti produk yang berasal dari luar negeri. Namun jika kita perhatikan dengan seksama, maka jelas sekali bahwa produk tersebut adalah produk lokal bahkan kelas UKM (bukan pabrikan).
   Untuk mewujudkan impian memang tidak mudah tapi “BISA” dicapai. Dengan bermodalkan mimpi dan segenggam harapan, mulailah pengembaran dimulai jiee……
   Pertama kali untuk mendapatkan slongsong tidaklah semudah yang diangan. Pertama kali adalah kami mencari informasi dimana tempat-tempat biasanya orang berlatih bulu tangkis, setelah mendapatkan informasi tersebut mulailah bergrilya.
   Adalah sangat sulit dan memakan waktu yang lama jika kita harus menunggu orang main bulu tangkis sedang kita menanti hingga cock terakhir sehingga kita berharap selongsong dibuang. Langkah cerdas kita adalah menghubungi pihak kebersihan gedung dan menyampaikan keinginan kita untuk mengkoleksi selongsong tersebut. Dapat memang, namun jumlahnya terlalu sedikit untuk kita gunakan dalam proses selling.
   Langkah cerdas berikutnya adalah mencari pabrik dimana shuttlecock tersebut dibuat. dengan semangat 45 mulai dari tanya sana tanya sini, hingga browsing di internet, tersebutlah 2 atau 3 tempat, setelah tanya sana tanya sini ternyata tinggal 2 alamat yang masih relevan dan masih produksi. Dengan harapan tinggi kesanalah kita. Otomatis ngga sembarangan orang boleh masuk kedalam pabrik, singkat cerita, dari pada cape-cape ngurus ijin masuk dan
menjawab ribuan pertanyaan, mending menunggu pegawainya saja pulan dan sedikit bungkus rokok pastilah informasi mudah digali. Betul ngga lama kemudian (meski ngga kurang dari 3 jam heee), waktu pulang tiba. sesuai dengan prediksi, dengan bermodalkan SKSD (sok kenal sok dekat) ditambah sebungkus rokok, informasi tergali. Namun sayangnya informasi yang kita dapatkan tidak sesuai dengan yang kita inginkan. ternyata, perusahaan tidak membuat selongsong sendiri, namun ada pihak lain/perusahaan lain yang bertugas khusus membuat selongsongan tersebut.
Informasi yang kami terima bahwa, secara rutin perusahaan selongsongan tersebut mengirimkan ke pabrik seminggu sekali namun schedulenya ngga bisa ditentukan “kata pekerja tersebut”. seperti layaknya seorang agen mata-mata, kegiatan pengintaian kita lakukan, sehari dua hari, tidak kunjung tiba namun pada hari yang kesekian ternyata keberuntungan pada pihak kita. setelah proses pengiriman dilakukan oleh pihak pembuat selongsong, kami berusaha mencegat-nya, namun kita gagal menemuinya, jadilah kegiatan menguntit dari belakang hingga kita kehilangan jejak hee……
namun, kegiatan tersebut tidaklah sia-sia, dengan berbekal posisi terakhir kita lihat kendaraan tersebut + tanya sana, tanya sini, mengerucutlah informasi pada daerah tertentu yang memang sangat terpencil, dan ngga akan mudah diketahui oleh banyak orang. singkat cerita perusahaan dapat ditemukan dan hargapun terjangkau. ukuran bisa dipesan cuma caping-nya saja yang menurut saya kurang SSIIIP. yaah namanya juga usaha rakyat, namun dengan usaha yang lumayan menantang hasilnya juga sepadan dengan upaya yang kita usahakan.
meski kini sudah tidak menggunakan selongsong dari shuttlecock lagi, usaha kami sudah berjalan dengan baik. jadi pesan saya untuk UKM Indonesia, jangan pernah menyerah berinovasi, bahkan saat ini pun saya sudah menemukan kemasan yang SIIIP yang akan kami launching awal tahun. dijamin siapapun yang melihat akan terhipnotis dan akan menjadikan kemasan produk terbaru kita sebagai kemasan produknya……
ingin tahu apakah itu……, tunggu tanggal mainnya
Sumber : www.kemasan.net

Slongsong Baroqah VS Composite Can

 
Dear UKM Indonesia yang berbahagia
Masih ingat cerita saya mengenai perjuangan kami mendapatkan selongsong bekas pemain bulu tangkis.  ini adalah sesi lanjutannya, meski ngga ada kaitannya dengan bulu tangkis, namun kali ini kita akan meng-etengah-kan perjalanan dari slongsong bekas menjadi slongsong baroqah.
disamping kiri tulisan ini ada 3 gambar. gambar kiri atas adalah gambar 2 selongsong bekas, dimana gambar yang kanan adalah selongsong yang masih polos belum terbungkus oleh etiket, sedang disebelah kanannya adalah selongsong yang telah dibungkus oleh etiket.
Sedang gambar kanan atas adalah selongsong yang berdiri dan selongsong dalam posisi tidur sehingga kelihatan bagian dalamnya. Tampak hanya kertas 100% dikombinasikan dengan tutup plastik.
Sedang Gambar yang paling bawah adalah gambar composite can VS slongsong.  Begitu jauh perbedaannya, dimana untuk komposite can sisi dalamnya dilapisi oleh alufoil dan sebagai penutupnya adalah kaleng stainles steel yang terkesan kokoh dan higienis.
Namun proses yang kami jalani tidak secara tiba-tiba, artinya proses pengalihan dari selongsong bekas menjadi composite can tidaklah secara kilat begitu saja.  Butuh kesabaran dan pengorbanan yang cukup besar.  Masih segar dalam ingatan saya, untuk membuat kemasan yang mirip composite can tidaklah mahal, seingat saya budget masih dibawah satu setengah juta rupiah, tampilan menjadi begitu keren.  Yang lebih membahagiakan lagi adalah dengan adanya perubahan tampilan, kita sering diajak serta pameran keseluruh pelosok jawa baik undangan yang datangnya dari dinas, maupun undangan yang berasal dari BUMN dan undangan swasta lainnya
Singkat cerita, dana yang kami investasikan untuk merubah bentuk kemasan tidaklah begitu mahal, dibanding manfaat yang kita peroleh sesudahnya
pesan kami, janganlah takut melakukan perubahan.  Jika anda menginginkan perubahan desain kemasan pada produk anda, rubah saja jangan takut, namun jika ingin merubah namun belum ada ide, kami persilahkan sharing (berbagi) dengan AA Packaging, dengan senang hati kita akan full support kepada UKM Indonesia.
Jangan khawatir mengenai biaya, kami akan me”arrange” (mengatur) sedemikian rupa, sehingga UKM Indonesia tidak diberatkan oleh biaya kemasan. Dengan niat ingin berbagi dan maju bersama UKM Indonesia, AA Packaging akan berusaha melayani tiap keinginan UKM Indonesia sebatas kemampuan AA Packaging.
Semoga sedikit berbagi cerita pengalaman AA Packaging dapat menjadi inspirasi UKM Indonesia seluruhnya. Dan kami akan dengan senang hati jika ada UKM yang ingin konsultasi dan berbagi dengan AA Packaging.
Sumber : www.kemasan.net

Mengapa UKM Indonesia = UKM (Usaha Kecil Mungil)

      UKM indonesia adalah salah satu penopang perekonomian Nasional Indonesia.  UKM-lah merupakan salah satu pilar yang tahan banting menghadapi krisis yang pernah melanda perekonomian Indonesia, dan UKM-lah Juga yang memiliki tingkat pengembalian yang tinggi atas hutang-hutangnya, ketika perusahaan Besar maupun menengah ambruk ketika krisis melanda, sehingga hutang – hutangnya sulit untuk dapat dilunasi, namun hal tersebut tidak berlaku bagi UKM, UKM terus hidup dan tumbuh ditengah tengah krisis yang melanda.
      Namun Nasib UKM secara umum, umumnya hanya sebatas bagaimana UKM dapat bertahan ditengah-tengah persaingan yang kian ketat.  Bukan hanya persaingan dengan sesama UKM, terkadang persaingan juga dibenturkan dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki finansial yang tidak terbatas. Pada tataran persaingan antar UKM, umumnya mereka berlomba-lomba memberikan harga yang terbaik (baca : murah), terkadang dengan mengabaikan kualitas, asal murah (dengan harapan banyak pembeli) membuat persaingan kian hari kian tidak sehat, padahal dengan memberikan harga murah keuntungan akan kian menipis, dengan menipisnya keuntungan akan menjadikan semangat kerja akan menurun seiring dengan
turunnya margin keuntungan. Sehingga yang diuntungkan adalah pemodal besar/ Perusahaan Besar. Dengan besarnya Skala Produksi menjadikan biaya produksi menjadi kian rendah (economic of scale).
Jadi jika antar UKM bersaing (tidak sehat) siapakah yang paling diuntungkan ???  jawabannya adalah Perusahaan yang memiliki modal besar mengapa?
  1. Dengan adanya pasar-pasar yang dibentuk UKM (melalui sentra Industri Kecil), perusahaan besar tidak repot-repot meriset pasar serta mengedukasi produk. Pemodal besar cukup melihat perkembangan sentra industri, setelah pasar terbentuk, maka dengan mudahnya mereka akan masuk dan bersaing dengan UKM-UKM yang kian hari kian kecil dan mungil (karena sangking banyaknya UKM dan banting-bantingan harga).  Salah satu contohnya adalah Sentra Kerajinan Cibaduyut, awal-awalnya dibentuk sentra pengrajin fashion pelakunya adalah UKM, seiring dengan terkenalnya cibaduyut sebagai salah satu ICON kota bandung dengan hasil fashionnya yang murah dan berkualitas berdampak pada kemakmuran bagi UKM dan pengrajin Fashion. Seiring dengan terbentuknya pasar, kalangan bermodal mulai melirik Biz ini, didirikanlah toko-toko tempat display Barang. Awalnya mungkin mengambil barang dari pengrajin setempat, mengingat pemodal besar hanya memikirkan keuntungan belaka, tanpa memikirkan nasib pengrajin maka didatangkanlah produk-produk dari china yang terkenal murah dan fahsionable. Jelas pengrajin tidak dapat bersaing terutama dari segi harga.  sehingga kaum pemodallah yang menikmati hasilnya. Ini juga berlaku di Industri makanan dan minuman. contoh yang sedang dan akan mengalami hal serupa adalah Industri Kripik Tempe Sanan (Malang – Jawa Timur) saat ini UKM berlomba-lomba memberikan harga terbaik (baca : Murah) jika hal ini dibiarkan saja tanpa ada solusi yang tepat maka lambat laun sejarah akan terulang.
      2, 3 dst akan kami sampaikan di kemudian hari, yang jelas mengenai Harga (pada jangka panjang pemodal besar akan dapat memberikan harga yang kopetitif); Kemasan (jelas kemasan pemodal besar akan jauuuuh lebih cantik, lebih baik dan lebih murah dibanding UKM), penguasaan bahan baku, promosi, dsb…
      Terus, sebenarnya apa sih latar belakang UKM Indonesia umumnya selalu menjadi Usaha Kecil Mungil.  jawabannya adalah keserakahan dan tidak mau ber korporasi.
       Keserakahan, adalah sifat dasar dari manusia, namun di era GAUL seperti ini keserakahan adalah JADUL. Coba semak disekitar kita, berapa banyak pengusaha yang sukses, kalo toh ada berapa lama tingkat kesuksesannya. Umumnya UKM yang merasa dirinya Laris Manis akan dilanda krisis PD Alay (baca : Percaya Diri Anak Layangan) yang amat tinggi sehingga ngga kepingen ada perusahaan sejenis yang bisa hidup berdampingan dengannya. Kalo toh ada harus dibuat merugi atau mati dengan berbagai macam cara. Sifat kerdil seperti ini membuat perusahannya akan menjadi Kerdil seperti jiwa UKM tersebut. Hal - hal seperti inilah yang masih melanda UKM Indonesia
       Yang kedua adalah tidak mau berkorporasi (berjamaah), jelas dengan masih adanya sifat serakah, pengen jadi RAJA, dsb mereka ngga akan mau berkorporasi, kolaborasi apalagi berjamaah.  padahal jika kita tengok perusahaan perusahaan besar di EROPA, hampir tidak ada yang namanya tidak berkorporasi. hampir semua industri kecil berkolaborasi menjadi sesuatu kekuatan yang amat besar
Jadi apa yang harus di lakukan UKM Indonesia agar sejahtera
      Jawabannya adalah harus GAUL dan berkorporasi, kita (UKM Indonesia) harus mulai sadar bahwa hanya dengan bergandengan tanganlah kita akan menjadi besar.  pernah ada seorang kawan dimalang – jawa timur, kedatangan seorang tamu dari India, singkat cerita dia berminat akan keripik buah dan tempe dari malang, pesannya tidak tanggung-tanggung, untuk percobaan saja dia minta 1 container 40″ penuh.  karena yang menerima pesanan adalah seorang UKM, maka singkat cerita order batal karena kapasitas kemampuan produksi tidak dapat dipenuhi.  kalupun dipaksakan mengambil dari UKM yang lain, dapat dipastikan akan kena complain, sebab tidak adanya kesamaan kualitas antara UKM yang satu dengan UKM yang lain.
      Jadi yang harus dilakukan segera, mari kita UKM yang sejenis berkumpul dan duduk bersama membahas masa depan kelangsungan hidup bersama.  perlu diadakannya suatu wadah yang dapat menampung produk-produk anggotanya, perlu adanya kesamaan kualitas produk dan akhirnya dikemas dengan Brand/Merk Bersama, dan dipasarkan bersama-sama.
      Dengan bersatunya UKM – UKM Indonesia yang cerdas, saya yakin sedikit demi sedikit masalah akan terurai dan pada akhirnya akan mensejahterakan anggotanya secara berkelanjutan.  Sulit memang, namun hal itu pasti bisa kita wujudkan.  dan besar harapan saya kesatuan-kesatuan unit UKM sukses akan bermula disini,  Akhir kata, semoga kita semua menjadi pelopor dari kebangkitan Korporasi UKM Indonesia.  Semoga Sukses UKM Indonesia
Sumber : www.kemasan.net

The Power of colour (part 6/7)

ungu
Menurut sejarah, pigmen warna ungu sulit diperoleh dari sumber-sumber alamiah. faktanya kata purple (ungu) berasal dari siput yaitu “purpua” yaitu dari kendir siput tersebut, sehingga kesannya adalah jarang ditemui, mahal dan hanya digunakan kalangan bangsawan.
Warna ungu sendiri melambangkan kepuasan, kebangsawanan, kemewahan, kemakmuran, kebijaksanaan, spiritual, sensasional, misteri, nafsu dan keberanian.
Dalam gradasi warna yang paling gelap, ungu membawa kesan damai sekaligus depresi dan kegelapan. Untuk produk makanan warna ungu mengindikasikan rasa buah anggur dan bluebery (bukan blackbary lhoo….). Dalam desain kemasan untuk produk yang berorientasi pada Anak Baru gede (ABG) warna ini melambangkan perasaan segar, eksotik, fun dan berani.

sumber: kemasan.net

The Power of colour (part 5/7)

biru
The power of Blue, itu lah tema kita kali ini.
Warna biru melambangkan otoritas, harga diri, kesetiaan, kebenaran dan kebijaksanaan. Namun dapat juga melambangkan rasa Depresi, kesedihan dan kesepian.
Warna biru mengkomunikasikan keyakinan, kekuatan, konservatif, kepercayaan, stabilitas dan keamanan. jangkauan warna dalam kelompok biru dapat menghasilkan asosiasi berkisar dari produktivitas dan kekuatan hingga ketenangan dan relaksasi, sehingga dalam budaya Barat sangan disukai baik dari kalangan wanita maupun pria.
Biru bukanlah warna yang biasa ditemukan di alam dan karena itu mempunyai konotasi negatif dalam desain kemasan makanan (biru bisa mengindikasikan karakter berbeda), namun dewasa ini warna biru mulai sering digunakan. Warna biru dapat dipakai untuk menyeimbangkan atau menjadi pelengkap warna merah.


sumber: kemasan.net

The Power of colour (part 4/7)

Masih segar dalam ingatan bahwa warna kuning memiliki perspektif yang mengarah ke idealisme, energi dan sportif. Kali ini kita mencoba membahas warna, yang sepertinya tidak pernah tidak kita lihat tiap hari, terutama yang bermukim di wilayah pedesaan. Warna apakah itu ... Benar … Hijau. Warna hijau melambangkan warna yang membumi, damai, hidup, muda, segar dan organik.
Warna hijau acapkali mengkomunikasikan hal yang dapat didaur ulang, diperbarui, alami dan ramah lingkungan. Hijau juga bisa melambangkan aksi, keberuntungan, kemakmuran dan UANG (dasar mata ijo hee...), selain itu juga dianggap sebagai warna yang paling sejuk dimata, membuat rileks dan ada kedamaian didalamnya.
Dilain pihak, hijau juga dapat melambangkan kecemburuan (green with envy). Berkaitan dengan rasa, para pedesain kemasan menggambarkan warna hijau sebagai mint, asam, apel atau jeruk nipis. Dan sepertinya dalam tahun-tahun terakhir, warna hijau intens dan acap kali digunakan sebagai dampak kesadaran masyarakat untuk kembali ke alam “Back to Nature”. Dalam lingkungan pemasaran yang kompetitif, warna hijau semakin banyak dipakai dalam desain kemasan untuk menandakan produk yang bermanfaat untuk kesehatan.











sumber: kemasan.net

The Power of colour (part 3/7)

                                                                              kuning
Setelah berkutat dengan warna oranye, yang fruity jeruk, mangga dll, kali ini kita mencoba warna yang ngga jauh beda dengan warna oranye, kali ini kita mencoba mengangkat warna kuning sebagai pokok bahasan.
Kuning, sepertihalnya merah dan oranye masih melambangkan hangatnya mentari pagi, disamping melambangkan kehidupan, idealisme, energi dan sportif. Warnas kuning adalah warna yang positif dan digunakan untuk melambangkan harapan, namun juga bisa melambangkan bahaya atau kegagalan.
Warna kuning adalah warna spektrum yang paling menstimulasi mata, meskipun demikan jika digunakan dalam batas yang wajar (moderat), warna kuning menjadi warna yang paling menarik perhatian. Dalam kategori produk makanan, warna kuning kerapkali dipakai sebagai alat yang mengkomunikasikan rasa jeruk atau mertega, sinar mentari pagi, kesehatan dan kesan langsung dari peternakan
Dalam produk peralatan rumah tangga, warna kuning mengkomunikasikan keefektifan dan kehati-hatian. Dalam beberapa budaya, warna kuning memiliki konotasi yang negatif yang melambangkan sikap pengecut dan penipu.
sumber: kemasan.net

Ibu Kantong Kertas

    Saya yakin bahwa kita semua pasti tau kantung kertas, kantung kertas adalah kantung yang terbuat dari kertas haaa…… namun tujuan kami menulis artikel ini bukan menceritakan apa itu kantung kertas, namun sejarah ditemukannya kantung kertas skala industri.
    Mungkin tidak semua kita tahu, kapan kantung kertas pertama kali diproduksi secara otomatis (pake mesin). Namun sejarah penemuan kantung kertas berbentuk persegi tidak lepas dari jasa Columbia Paper Bag Company. Ketika bekerja di perusahaan kantung kertas Columbia, seorang pegawai bernama margaret Knight menemukan suku cadang mesin baru untuk membuat kantung kertas berbentuk persegi, awalnya kantung kertas hanyalah berbentuk seperti amplop.
                                                                       
     Setelah margaret Knight menemukan suku cadang untuk memotong, melipat dan merekatkan dasar kantung kertas berbentuk persegi, maka setelah pertarungan hukum untuk melindungi penemuannya, maka pada tahun 1870 Margaret Knight mendapatkan hak paten atas penemuannya.  
karena penemuannya, margaret Knight dijuluki sebagai Ibu Kantung Kertas. Pada tahun 1870 pula Knight mendirikan Eastern Paper Bag Company dan mendapatkan hak paten untuk beberapa mesin industri lainnya.
.                                                               
Inti dari kisah tersebut diatas adalah kecermatan kita membaca peluang akan menghasilkan buah kesuksesan yang besar. Jadi jika anda saat ini masih menjadi pegawai, namun memiliki jiwa wirausaha yang tinggi, segera pelajari dan kuasai bidang yang anda miliki, milikilah pohon karir yang kuat sehingga jika suatu saat anda menginginkan wirausaha sebagai pilihan, akan menjadi wirausaha yang tangguh dibidangnya. Dan untuk UKM Indonesia, jangan pernah berhenti belajar, jangan pernah berhenti berinovasi. Jika anda berhenti belajar dan berhenti berinovasi, maka tunggu saja saat kejatuhan usaha yang anda miliki.
Sumber : www.kemasan.net